(on tonight)

Kira-kira setahun lalu aku bertanya, apakah salah memiliki masa lalu?

Entahlah. Aku memang harus bertanya. Sekalipun sudah kukira jawabannya adalah sesuatu yang tidak ingin kudengar. Walaupun sudah kupersiapkan diri untuk menghadapi yang terburuk.

Tidak apa-apa sih, cuma sudah lama saja tidak ada yang benar-benar mengganggu. Atau sebenarnya aku merasa terganggu, namun aku mencoba mengalihkan perhatianku saja, sebab ada hal-hal yang tidak ingin dibahas. Tidak perlu dibahas, katanya.

Ah, aku ingin membahasnya. Masalah ataupun kegembiraan, aku ingin berbicara. Supaya tidak ada yang tercekat. Yah, itu mauku. Sekalipun tidak harus diikuti.

Ya sudah, rasa percaya memang tidak dianggap penting untuk semua orang, bukan? Aku sudah tahu itu sejak lama.

Advertisements

2017

Sil, just let this year it go!

Januari
After The Love Is Gone – Tommy Emmanuel

Februari
Only In My Sleep – The Corrs

Maret
Gravity – Sara Bareilles

April
Let Love Lead The Way – Spice Girls

Mei
Waiting For The End – Linkin Park

Juni
Dive – Ed Sheeran

Juli
Don’t Give Up On Me – Daniel Powter

Agustus
I Will Be Here For You – Michael Smith

September
If You’re Not The One – Daniel Bedingfield

Oktober
My Baby Don’t Understand Me – Natalie Prass

November
Habit of You – Keith Urban

Desember
Hidup ini Adalah Kesempatan – Herlin Pirena

Percaya atau tidak, saya hanya mampu menghabiskan satu buah buku pengetahuan dan dua buah novel romansa ringan pada tahun 2017 ini. Tidak perlu menghitung buku cerita anak bergambar yang saya baca, karena memang jumlahnya akan sedemikian banyaknya. Saya cukup banyak menonton film maupun drama, namun tidak banyak menulis. Entahlah. Banyak doa awal tahun yang terkabul tanpa disangka-sangka. Sementara daftar 100 saya hanya terpenuhi tiga (saja). Well, saya (sangat) banyak berlibur tahun ini. Ke sana dan ke sini, yaaa menyenangkan. Turun ke pantai, naik ke gunung, belok ke sawah, berputar-putar di mall, yaaaaa menyenangkan.

Okay. Mungkin saya memang harus jujur bahwa tahun 2017 adalah tahun yang menyebalkan dan juga menahan saya dari ucapan syukur. Bukan karena tidak ada hal baik yang terjadi, justru pada tahun ini saya mendapatkan yang terbaik yang Ia berikan. Ada hal (-hal) yang memang masih dan sesungguhnya membuat saya berat melepas 2017, karena saya memang belum memberikan usaha terbaik dalam menjalani tahun ini.

But it’s okay. It’s over. The best is yet to come, I believe.

Sudah tahu salah, ya perbaiki, ‘kan? Kesempatan naik level masih ada di depan. Toh masih muda juga. Iya, time flies too fast. Makanya belajar! Jangan lupa mengucap syukur ya, Sil. Menjalani 2018 berarti masih diberikan waktu dan kesempatan untuk melakukan hal berharga dalam hidup. God loves you, you know.

Penghujung tahun 2017
Still Though We Should Dance – Radnor and Lee Featuring Sam Shelton

p.s ditulis dalam kurang lebih 20 menit sambil bolak-balik diari dan berkas chat (nanti baru diedit)