Lady in Waiting – Finding Mr. Right

 
Setiap penantian memiliki cerita
Antara rasa sabar dan juga terburu-buru
Juga antara ketidaknyamanan atau ‘yahsudahlah’

Ya, setiap penantian selalu memiliki cerita
Mengenai pengharapan yang kadang terlalu tinggi dan penerimaan yang sederhana
Juga antara sepenuh hati atau setengahnya saja

Ingatlah akan saat-saat penuh kebingungan
Ketika kamu harus menentukan jalan yang akan kamu pilih
Bahagia? Pahit? Semua itu akan terlewati

Ada keputusan-keputusan yang tidak mudah
Ada keputusan-keputusan yang menyakitkan
Pikirkan, putuskan, hidup dalam konsekuensinya

Karena 'menunggu' bukanlah hal yang menyenangkan,
Namun layak untuk dilakukan

Been there, still there.


---

– Ini hanya sekedar draft puisi yang tidak sempat saya kirimkan kepada gebetan panitia lomba, sebab yah, due date-nya bertepatan dengan praktikum hari terakhir saat Jumat lalu.

– Banyak hal yang dapat dijelaskan melalui tema di atas sih. Dan bagi saya, jelas bahwa motivasi ekstrinsik yang sekalipun diteriakkan tidak akan mampu untuk benar-benar membantu saya dalam mewujudkan tema dimaksud.

– Bukan berarti saya tidak menghargai nasihat dan wejangan yang diberikan setiap orang yang pernah memberikannya. Hanya saja, marilah kita menelaah lebih dalam dan memahami lebih jauh bahwa ada hal-hal yang jawabannya tidak sesimpel yang kita kira.

– Dan, please, jangan menyerah hanya karena suatu hal sulit dimengerti. Stuck isn’t similar with Stop.

🙂

Advertisements

Semangat dalam Waktu Singkat

Miss, saya tidak ingin melangkahi Miss ataupun merendahkan Miss di sini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya pernah berada dalam posisi Miss dan saya melakukan hal yang sama dengan yang Miss lakukan: diam saat ada masalah.

Saya tahu bahwa tidak semua orang bisa menerima konfrontasi dan akhirnya saya lebih banyak memilih untuk diam, sampai saat inipun masih ada beberapa kasus yang saya diamkan. Hanya saja, Miss pada kenyataannya, diam tidak sanggup menyelesaikan masalah, apalagi untuk kadar sebagai seorang pemimpin. Saya sadar betul itu. Tidak juga berarti bahwa konfrontasi yang frontal akan mendatangkan kedamaian untuk semua pihak, namun seperti yang kita ketahui bahwa tidak semua orang bahagia dengan cara yang kita ambil, namun dengan konfrontasi akan ada pihak-pihak yang aktif dan melakukan sesuatu-entah setuju atau tidak. Tidak hanya diam saja, sebab yang saya tahu, diam tidak akan membawa kita ke mana-mana. Stagnan.

Saya juga berusaha berempati terhadap Miss, bahwa Miss juga memiliki masalah personal Miss sendiri, sehingga Miss seolah-olah tidak mau lagi mengambil keputusan dan menunggu hasil demokrasi. Dan ketika akhirnya saya-tanpa merasa repot sedikitpun, akhirnya mengambil keputusan tiba-tiba dan agak otoriter, saya minta maaf. Tetapi entah naluri untuk memimpin ini terlalu liar mungkin saya tidak ingin menunggu lebih lama lagi, tetapi saya merasa bahwa ada hal-hal yang harus diputuskan saat itu juga, jika tidak ada yang mau mengambil tindakan apapun.

Saya tidak menggurui di sini atau merasa sok tahu atau bahkan merasa lebih daripada Miss dan yang lainnya. Kita memiliki kesalahan masing-masing, ‘kok. Untuk itu, Miss, marilah kita bekerja sama ke depannya. Hanya untuk waktu yang tersisa ini. Singkat sekali, tetapi saya ingin tetap tersenyum dan menguatkan Miss, karena saya pernah mengalami posisi yang sama dengan Miss. Been there, maybe still there.

Karena seorang pemimpin tidak pernah berhenti memimpin. Itulah yang saya pahami. Yah, mungkin pertama-tama memang sebaiknya kita memimpin diri terlebih dulu. Semangat ya, Miss and all partners! 🙂