Randomness

Kemarin Rod Stewart bersenandung di ruang kantor itu…

“I don’t want to talk about it, how you broke my heart…” katanya.

Well, bagaimana bila aku ingin membicarakannya? Karena bagiku setiap manusia membutuhkannya: to feel a little more whole and a little less broken.

.

Ah, maaf. Aku hanya sedang meracau malam ini, bahkan sampai tidak bisa menemukan judul post yang tepat. Mungkin sedang butuh semangat. Sedikit. Banyak kalau bisa. Dari kamu yang bijaksana.

Advertisements

Semangat Ya!

Seorang pria memang gagah ketika berusaha melindungi seorang wanita. Berani… tidak seperti Adam saat menyalahkan Hawa. Akan tetapi, terkadang muncul sedikit kekesalan karena berpikir bahwa tidak harus selalu seperti itu. Ya, muncul sesuatu seperti: ”Aku bisa kok melindungi diriku sendiri” atau ”Yang penting kamu jujur dan beritahu kesalahanku”.

Sekedar konsepsi diri sendiri, mungkin. Belagu, memang. Terlalu mandiri, katanya. Lalu bakalan susah dapat jodoh, begitu simpulan mereka. Ada yang peduli? Saya sih setidaknya sampai saat ini sudah sedikit paham bahwa semua komentar boleh didengarkan, tetapi tidak semua komentar harus dimasukkan ke dalam hati.

Tidak, tidak selalu pula bahwa lelaki yang membenarkan apa-apa yang dilakukan wanita adalah keren. Ada waktu-waktu ketika kami butuh koreksi, dan pria yang tahu waktu yang tepat adalah hebat. Yeah, in my very humble opinion.

Juga, memang sih pria yang kompeten dalam bidangnya itu keren. CV yang menunjukkan pengalaman berderet-deret boleh saja membuat kagum. Positive appraisal yang tidak berhenti mengalir juga patut diacungi jempol, kok. Nah, lebih keren lagi kalau kamu berdedikasi terhadap apa-apa yang kamu lakukan dan mau untuk membagikannya dengan yang lain. Jadi, kita ada dalam perahu yang sama, ‘kan?

Kamu… aku… kita…

Semangat ya! 🙂