Stories To Tell No One Lately

Because the sky is blue, it makes me cry. – The  Beatles

IMG_20160309_131517

Ya, dari balik jendela, langit sangat biru. Oleh karena itu, kupikir mungkin saja tangis yang dimaksudkan sesungguhnya adalah tangis bahagia. Oleh karenanya pula, kupikir ini waktu yang baik untuk bercerita, kepada siapapun yang ingin mendengar. Sebab tidak semua orang memiliki waktu, terlebih pula waktu yang panjang dan luang. Meski masih pula kutanya-tanya, untuk apa kita dan waktu saling berkejaran? Di bawah mentari terik terbentang kesia-siaan, namun masih saja manusia berusaha. Menunggu hal-hal ajaib, lalu berusaha meraihnya dengan segala ketidakberdayaan. Yang satu melepas dan mencari hal menarik lain yang lebih mudah didapat. Yang lain berusaha bertahan untuk membangun dari abu.

Manusia. Sama saja.

.

#
Bocah itu menangis. Ehm, bagaimana ya… awalnya aku juga bingung. Karena tidak terbiasa mengatasi laki-laki yang menangis di hadapanku. Mungkin juga sama bingungnya dengan sisi para pria tatkala menghadapi emosi perempuan. Kutanya, “Kapan mama dan papa berpisah?”, dan mendengar itu, dia makin sesenggukan. Lalu menceritakan bahwa kejadian itu terjadi saat ia masih kelas 1 SD. Kutepuk pundaknya beberapa kali, lalu berkata bahwa aku melihat ada kepahitan dalam dirinya terhadap papanya. Ya, anak-anak itu begitu rapuh. Laki-laki maupun perempuan sama saja. Mereka hanya membutuhkan teman cerita yang sungguh-sungguh sesungguhnya. Sebab supaya tidak ada seorangpun yang mengganggu dengan mengatai mereka tidak punya papa atau mama, mereka harus belagak sok menjadi penguasa. Aku bilang padanya bahwa aku kagum pada mamanya. Beliau sepertinya dekat sekali dengan dia. Maksudku, aku senang melihat kedekatan mama dan anak lelaki. Untuk itu, kukatakan padanya untuk mengingat kembali setiap kebaikan yang sudah dilakukan mamanya. Meskipun tidak perlu kuungkit kemanjaan yang diberikan oleh si mama. Bagaimanapun juga, anak-anak tidak selalu dapat memahami bahwa ia sedang dimanja. Nanti suatu hari ia akan menyadarinya sendiri. Jam tangan berwarna ungu keluaran ternama, sepatu mentereng, seragamnya yang selalu kinclong. Itu tanda sayang ibunya kepadanya. Sayang seperti apa, ya aku tidak benar-benar tahu, namun begitulah sebutan mereka.

Lalu, bagaimana ya. Sesungguhnya, aku tidak percaya pada tangisannya. Apalah artinya air mata ketika kembali nanti ia masih bersikap buruk terhadap sesama temannya?

#
Laki-laki itu agaknya menyukai perempuan itu. Kulihat, perhatiannya tidak kunjung berhenti, dan aku tidak benar-benar percaya perhatian benar-benar berlebihan atas nama pertemanan semata. Maksudku, kalau ada orang yang benar-benar baik, ya itu benar-benar ada. Akan tetapi, ketika si lelaki ditekan dengan sikap buruk si gadis, namun ia tetap berusaha meraih hati si gadis lagi dan lagi dan lagi meskipun ia selalu tertolak lagi dan lagi dan lagi, apa namanya itu kalau bukan sayang? Sejujurnya tidak jadi soal ketika si pria tetap menyayanginya dan tetap memberikannya perhatian. Akan tetapi bagiku, menutup mata akan sikap buruk seseorang bukanlah hal yang tepat. Jujur saja, bagiku dia seolah dimanfaatkan, entah dia mau mengakuinya atau tidak. Meski aku yakin dia sendiri sudah menyadarinya.

Karena katanya itu sayang. Ya, katanya sayang. Bodoh.

#
Perempuan itu sangat menyayangi laki-laki tersebut. Akan tetapi, nampaknya tidak berbalas. Aku tidak mengisyaratkan rasa iba atau bagaimanapun. Karena kuamati, dia wanita yang cukup tegar dan aku cukup senang bisa melihatnya menyibukkan diri. Karena… bagaimana ya, perasaan seseorang tidak selalu bisa ditentukan seperti mau orang-orang lain. Kita hanya perlu merasa bahagia pernah menemukan dan menyayangi seseorang yang memang benar-benar baik. Tidak selalu perlu berbalas. Akan tetapi, melihat kisah nyata orang lain tergelar jelas di hadapanku sering mendorongku untuk berpikir, well, dude, why you don’t go and reach for her hands already?

#
Beliau menelepon dengan nada gemetar dan emosional. Menceritakan tentang kehidupan anak lelakinya yang ia sayangi: tujuh tahun pernikahan, sepasang putra-putri cantik dan pintar, rumah mewah, mobil-mobil mewah, jalan-jalan ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Akan tetapi, apa perlunya semua itu saat yang menguasai diri hanyalah ketidakpuasan? Jangan jadi seperti wanita itu, pesannya. Aku tidak menyahut, namun aku mengiyakannya, bahwa aku tidak ingin seperti demikian: memanfaatkan orang lain untuk kepuasanku belaka. Kemudian lagi-lagi lewat nada-nada menahan ledakan emosi, beliau mengulangi kalimatnya-entah beliau ingat atau tidak. Ya cerita tentang bagaimana derasnya air mata beliau saat pernikahan anaknya dulu; betapa beliau sesungguhnya tidak menginginkan hal itu terjadi.

Akan tetapi, semuanya sudah terjadi, begitu kataku. Di dunia ini, tidak semua orang baik. Walaupun demikian, Tuhan menerbitkan matahari dan juga mendatangkan hujan bagi semuanya; bagi yang baik dan juga yang buruk. Lihat, betapa baiknya Dia, bukan?

#
Aku tidak menyangkalinya. Waktu dulu, aku menungguinya setiap Rabu pagi. Jam pelajaran pertamaku pada hari Rabu adalah Bahasa Inggris, dan LAB Bahasa I berada di lantai satu gedung sebelah kiri. Sementara itu, kelas pada jam pelajaran pertamanya pada hari Rabu berada di lantai tiga gedung sebelah kanan. Aku sering memilih tempat duduk dekat jendela yang menghadap gedung sebelah kanan. Ya, agar aku dapat melihatnya datang terlambat dan berjalan santai penuh gaya menuju ke kelasnya.

Meskipun kami sama sekali tidak lagi berbicara sejak empat atau lima tahun yang lalu.

#
Ada suara yang bertanya, dan kudengar perlahan: coba sedikit renungkan, ketika kamu memikirkan orang lain, apakah mereka juga memikirkan tentangmu? Karena kadang kamu berpikir demikian, bahwa orang-orang lain juga sama. Bahwa ketika kamu memikirkan tentang mereka, maka mereka juga akan memikirkan tentangmu. Bahwa ketika kamu peduli, mereka juga iya.

Well, that standard is too way higher than they can bear, you know. So keep it for yourself only.

.

Sudah hampir sore. Aku masih di sisi jendela yang sama. Memandangi awan hitam yang berdatangan diselingi pemandangan akan capung-capung beterbangan di luar sana. Begitu jelas, begitu luas. Perubahan cuaca yang selalu menarik untuk diamati. Dengan ataupun tanpa orang (-orang) untuk bercerita. Ya, setelah ini hujan akan turun, dan sepertinya teh lemon dan brownies cokelat akan menjadi teman yang menyenangkan.