Tanda

​Aku bilang pada mereka bahwa aku tidak percaya akan adanya tanda-tanda seperti itu. If he’s the one, then he is. Mengumpulkan berbagai macam tanda tidak akan berguna apa-apa. Or maybe I’m wrong.

Namun kupikir hal penting seperti demikian tidaklah tertebak hanya karena mungkin keduanya sama-sama suka MLTR, atau sama-sama senang dengan merek jas kantor tertentu. Atau bahkan punya filosofi hidup yang sama.

Itu pun tidak. Hal-hal demikian bukanlah pertanda yang benar-benar jelas. Or maybe I’m wrong.

Aku hanya tidak ingin percaya pada hal-hal ambigu, meskipun mungkin terdapat gagasan-gagasan penting di dalamnya.

Hanya karena sering bertemu, terutama sekali karena kebetulan yang tidak disengaja. Atau hanya karena selera musik dan genre buku bacaan yang sama, mungkin pula hanya karena kesukaan yang sama terhadap aktivitas jogging, bisa juga hanya karena… yeahwhatever.

.

Entahlah, sejak dulu memang aku tidak percaya. Sekarang pun seharusnya masih tidak.

Or maybe I’m wrong.